Tergantung bagaimana menikmatinya

Tersentak gw saat baca salah satu twit seorang artis blog yang famous (ya iyalah, artis pasti famous). Gw menemukan jawaban dari semua pertanyaan, kebingungan, tanda tanya, kebimbangan gw beberapa hari terakhir ini. Jawaban simpel yang sudah kita(gw khususnya) tahu sebenernya, cuman kitanya aja yang mungkin sering menafikannya. Menganggapnya menjadi hal yang biasa dan diremehkan.

“Hidup itu tergantung bagaimana menikmatinya” alias bahasa simpel bin ringkasnya gimana mensyukurinya. Kalimat ini pasti bukan beliau(sang artis yang saya singgung di atas)  yang bikin. Banyak kalimat yang beragam penulisannya, tapi  memiliki makna yang sama dengan salah satu twit dari twitter sang artis maupun judul postingan ini.

Saat gw tulis postingan ini, pasti setiap orang memiliki cerita yang berbeda-beda. Ada yang lagi seneng dapet undian, keterima kerjaan, sedih diputus ma pacar, ditinggal pergi ma sahabat, kemalingan, ban bocor, di cuekin ma pacar, berantem ma ortu dan lain-lain hingga banyak yang curhat di blog (yang nulis ini gak termasuk loh) karena butuh pelarian untuk mengungkapkan ekspresi jiwanya. Dan naluri dan perasaan manusia selalu mengarahkan ke dua pilihan suasana hati. Bahagia dan tidak bahagia. Bahagia bisa didefinisikan dengan ceria, gembira, suka cita, tertawa dll. Sedangkan tidak bahagia adalah kebalikannya.

Tanpa niat menggurui atau jadi sok teu. Dengan perenungan ses(a)at gw barusan sebelum nulis postingan ini, dengan diramu pengalaman-pengalaman gw beberapa hari terakhir ini, yang jujur aja gw mengalami fluktuatif yang signifikan hingga menyentuh batas atas dan batas bawah perasaan gw.*koq jadi curhat ya?:-s*. Gw sampai pada satu titik kesimpulan untuk:”ya sudah dinikmati aja”. Kalo bahasa iklan rokoknya “enjoy aja”. Karena gw tau sebenernya semakin gw pikirin semakin tertekan jiwa dan raga gw. :)

Sedih juga sebenernya adalah kenikmatan. Kadang hal² yang sepele yang biasa kita lupakan dan abaikan saat senang menjadi sesuatu yang menarik dan membuat kita jadi produktif ketika kita sedih. Gak percaya? Coba saja, sakit hati and sedih dulu baru anda akan tahu. :D . Jika kita bisa menikmati kesedihan, menikmati kebahagian jauh lebih gampang. Tapi jangan berlebihan, karena kata Pak Ustadz semua yang berlebihan tidaklah baik.

Terlalu panjang kalau nulisin masalah ini, Insya ALLAH banyak referensi berupa buku², tulisan² atau pidato² yang lebih bisa menjelaskan ini secara mendetail. Intinya: “Hidup itu tergantung gimana nikamatinya, jika ingin bahagia nikmati hidup anda dengan perasaan yang bahagia tapi jangan berlebihan dan selalu ingat ma Yang Maha Kuasa”.

Sekian perenungan sesa[a]t gw, semoga ada manfaatnya

Reg[aér]ds

Leave a Reply

[just] a words